cantiknatural88.blogspot.co.id - Kecantikan dan Kesehatan

Kecantikan & Kesehatan: Produk Jamu Sido Muncul Yang Bermanfaat Bagi Lingkungan & Masyarakat

Monday, August 29, 2016

Produk Jamu Sido Muncul Yang Bermanfaat Bagi Lingkungan & Masyarakat

Produk Jamu Sido Muncul Untuk Masyarakat Indonesia


Ditengah persaingan bidang Industri jamu yg makin ketat, PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk sudah sukses mempunyai market berbagi teratas & reputasi yg baik juga sebagai industri jamu paling besar di Indonesia. Kesuksesan yg sudah diraih waktu ini pastinya tak terlepas dari peran & tersangka pendiri industri ini. 

Perusahaan yg sekarang ini telah sukses Go Public masuk Bursa Resiko Indonesia itu dilalui lewat perjalanan yg lumayan panjang. Berawal dari kemauan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yg lahir terhadap tanggal 28 Januari 1897 & meninggal 12 April 1976 dengan istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yg terlahir kepada tanggal 13 Agustus 1897 dgn nama Go Djing Nio & meninggal 14 Pebruari 1983, mengawali bisnis pertamanya dgn terhubung bisnis Melkrey, yakni bisnis pemerahan susu yg gede di Ambarawa. 





Terhadap thn 1928, berjalan perang Malese yg melanda dunia. Akibat perang ini, bisnis Melkrey yg mereka rintis terpaksa gulung tikar & mengharuskan mereka pindah ke Solo, kepada 1930. Tidak Dengan menyerah, pasangan ini setelah itu mengawali bisnis toko roti bersama nama Roti Muncul. Lima thn setelah itu, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu & rempah-rempah, pasangan ini memutuskan buat mengakses business jamu di Yogyakarta. 



Th 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yg disaat itu memakai nama Jamu Tujuh Angin. Saat perang kolonial Belanda yg ke-2 di th 1949, mereka mengungsi ke Semarang & mendirikan bisnis jamu bersama nama Sido Muncul, yg artinya “ idaman yg terwujud”. dijalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, bisnis jamu rumahan dimulai bersama di bantu oleh tiga orang karyawan. 



Jumlahnya permintaan kepada kemasan jamu yg lebih praktis, mendorong dirinya memproduksi jamu Tolak Angin dalam wujud serbuk. Product ini mendapat ruangan di hati penduduk lebih kurang & permintaannya serta tetap meningkat. 



Terhadap th 1970, dibentuk persekutuan komanditer bersama nama CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Setelah Itu kepada 1975, wujud business industri jamu juga beralih jadi Perseroan Terbatas bersama nama PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul, di mana seluruhnya bisnis & modal dari CV Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul digabungkan, & dilanjutkan oleh perseroan terbatas ini. 


Dalam perkembangannya, pabrik yg terletak di Jl.Mlaten Trenggulun nyatanya tak dapat lagi memenuhi kapasitas produksi yg makin gede. Oleh lantaran permintaan pasar yg makin tinggi , menciptakan generasi ke-2 dari pendiri PT Sido Muncul Desy Sulistio, memutuskan utk memindahkan pabrik ke Lingkungan Industri Mungil di Jalan Kaligawe Semarang kepada thn 1984. 


Setelah Itu dimulailah pembangunan pabrik yg di lengkapi bersama alat modis, sampai bakal berkembang pesat seperti waktu ini, & jadi pelopor perusahaan jamu dgn standar farmasi. 


Demi mengantisipasi kemajuan musim akan datang, Sido Muncul merasa butuh utk membangun pabrik yg lebih gede & mutahir, sehingga terhadap thn 1997 diadakan peletakan batu mula-mula pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran, oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X & disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat & Makanan kala itu. 

Pabrik baru yg berlokasi di Klepu, kecamatan Bergas, Ungaran dgn luas kurang lebih 30 hektar tersebut diresmikan oleh Men Kes & Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, kepada 11 Nopember 2000. Kala peresmian pabrik, Sido Muncul menerima dua sertifikat sekaligus, yakni Kiat Pelaksanaan Obat Tradisional yg Baik (CPOTB) & Kiat Pengerjaan Obat yg Baik (CPOB) setara bersama farmasi. Sertifikat inilah yg menjadikan Sido Muncul juga sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Ruangan pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas seputar 8 hektar & sisanya jadi kawasan supporter lingkungan pabrik. 


Sbg perusahaan yg sudah berdiri sejak 1951, Sido Muncul yg sekarang ini adalah perusahaan herbal bertaraf canggih selalu berusaha utk memberikan produk-produk yg baik & menyehatkan bagi semua konsumennya, & dgn begitu memberikan nilai positif bagi penduduk


Seiring dikala berlangsung Sido Muncul sejak mulai mengembangkan bisnisnya yg awalnya cuma berkonsentrasi di sektor jamu (herbal), sehingga kepada thn 2004 Sido Muncul menciptakan divisi baru merupakan “Divisi Food”. 



Product mula-mula yg dibuat yaitu minuman energi “Kuku Bima Energi” dgn rasa asli. Seterusnya product berikutnya merupakan permen ialah Permen Tolak Angin, Permen Jahe Wangi & Permen Kunyit Asam. Disusul dgn minuman kesehatan seperti Sido Muncul VitaminC-1000, Kuku Bima Kopi Ginseng, Kopi Jahe Sido Muncul. Susu Jahe, Alang Sari Plus, Colla Mill. Buat minuman energi “Kuku Bima Energi” Sido Muncul mengeluarkan sekian banyak varian rasa adalah rasa Anggur, Jambu, Jeruk, Nanas, Kopi, Mangga, Susu Soda pun Kuku Bima Energi Plus Vitamin C. 


Produk-produk yg sudah di produksi hingga disaat ini oleh Sido Muncul ada lebih dari 250 type product dgn product unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu Kumplit & Kunyit Asam . 


Sekarang Ini, produk-produk Sido Muncul sudah sukses di ekspor ke sekian banyak negeri Asia Tenggara (Malaysia, Singapore, Brunei dll), Australia, Korea, Nigeria, Algeria, Hong Kong, USA, Saudi Arabia, Mongolia & Rusia. Diwaktu ini perseroan pun tengah jalankan penjajagan dgn distributor & perusahaan asal Thailand, Vietnam & Jepang. 



Cocok tanggal 18 Nopember 2013, Sido Muncul yg mempunyai 109 distributor di semua Indonesia kembali laksanakan perubahan. Perusahaan keluarga ini pilih naik kelas jadi perusahaan terbuka bersama maksud supaya perusahaan ini langgeng & diakui oleh penduduk. kini PT. Jamu & Farmasi Sido Muncul, Tbk. sudah jadi Pabrik Jamu paling besar di Indonesia & tetap bakal konsisten berkembang & saat ini terdaftar bersama Kode saham dari Perseroan SIDO di Bursa Resiko Indonesia.